PENGANTAR
Forum Anggota Muda-Persatuan Insinyur Indonesia (FAM-PII) merupakan bagian dari organisasi PII yang mewadahi aspirasi dan inovasi para insinyur/anggota muda PII dalam rangka pembinaan keprofesian dan peningkatan sumber daya insinyur. Termasuk di dalamnya Anggota Mahasiswa, lulusan perguruan Tinggi Teknik dan insinyur profesional dengan usia dibawah 35 tahun.
Sebagai sarana pembinaan profesi ke-insinyuran, dalam kurun waktu 7 (tujuh) tahun (2001-2008), FAM-PII terus berusaha mengoptimalkan terlaksananya aktifitas-aktifitas profesi berupa: Diskusi, Training, Kursus Pembinaan Profesi, Lomba Insinyur Cilik, Engineering Professional Sharing, Aksi Sosial dan aktifitas lainnya.
Temu Nasional (TENAS) merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah untuk bertukar pikiran, pengalaman, dan merumuskan agenda kegiatan untuk menggali karya-karya inovasi para insinyur muda. Dari sisi mekanisme organisasi juga akan dilaksanakan pemilihan Pengurus FAM-PII periode 2008 – 2009, Penetapan Program Kerja dan agenda-agenda lainnya.
PENDAHULUAN
Saat ini dunia dilanda oleh sebuah goncangan ekonomi yang dikenal dengan krisis global. Hal ini terjadi sebagai dampak resesi ekonomi dan krisis keuangan di Amerika. Dalam laporan Global Economic Prospects, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan dan memperkirakan volume perdagangan dunia pada 2009 turun 2,1% karena krisis kredit yang terjadi di seluruh dunia menerpa negara-negara kaya dan miskin.
Ekonomi negara-negara berkembang diperkirakan tumbuh 4,5% sementara negara kaya diperkirakan mengalami kontraksi 0,1%, hal tersebut berdasarkan analisa Bank Dunia.
Ekonomi global sedang berada di persimpangan, transisi dari periode yang selama ini tingginya pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang ke suatu kondisi yang tidak pasti ketika krisis finansial yang mengakar di negara-negara berpendapatan tinggi yang pada akhirnya menyebabkan guncangan di pasar finansial global.
Prospek ekonomi dunia memburuk secara signifikan dan resesi global akan lebih meluas lebih dalam dari yang apa sebelumnya diperkirakan,” kata bank sentral Kanada dalam sebuah pernyataan.
Di Jenewa, Asosiasi Angkutan Udara Internasional (IATA) memperkirakaan bahwa maskapai penerbangan akan mengalami kerugian US$2,5 miliar (1,9 miliar euro) pada 2009 karena dampak dari krisis ekonomi. “Prospeknya suram. Kita menghadapi iklim penerimaan terburuk dalam 50 tahun,” kata CEO IATA Giovanni Bisignani.
Sementara itu di Inggris, data menunjukkan adanya penurunaan output manufaktur sebesar 1,4% pada bulan Oktober dibanding bulan September, penurunan dalam delapan bulan berturutan, dan turun 4,9% dalam 12 bulan, kata pejabat Kantor Statistik Nasional.
Di Jepang, perusahaan raksasa elektronik Sony mengatakan akan memangkas investasi di bidang bisnis elektronik hingga 30%, menghentikan 10% pabrik dan menutup bisnis yang tidak menguntungkan dalam rangka menghadapi penurunan pendapatan.
Pengumuman itu dikeluarkan hanya beberapa jam setelah Tokyo mengumumkan bahwa ekonomi Jepang menyusut 0,5% pada kuartal ketiga, menjadi 1,8% dalam setahun, yakni lebih buruk dari perkiraan sebelumnya. Bursa dunia bervariasi setelah mengalami kenaikan karena adanya harapan bahwa rencana stimulus ekonomi yang dijanjikan presiden terpilih AS Barack Obama akan menyelesaikan beberapa persoalan ekonomi dunia.
Bagaimana dengan Indonesia?
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi mencapai 6,1% meski pertumbuhan ekonomi dunia saat ini melambat.. Untuk keseluruhan 2008, perekonomian Indonesia diperkirakan masih tumbuh 6,1 persen.
Meski demikian, perlambatan (ekonomi dunia) akan memperngaruhi perekonomian nasional, sejalan dengan menurunnya pertumbuhan ekspor, investasi, dan konsusmsi masyarakat. Penurunan komiditi dan harga minyak telah mengurangi tekanan inflasi dalam negeri. Ke depan, Bank Sentral ini tetap meyakini penurunan inflasi akan terus berlanjut pada 2009. Dengan demikian, Indonesia juga terkena dampak penurunan pertumbuhan ekonomi dunia sebagai penyesuaian atas kondisi perekonomian tersebut.
Menyikapi tantangan tersebut tersebut, maka Forum Anggota Muda Insinyur Indonesia (FAM-PII) melalui TENAS VII ini mencoba untuk memformulasikan bagaimana kondisi dan peluang serta kesiapan Indonesia menghadapi krisis global tersebut. Melalui Forum ini Anggota Muda Persatuan Insinyur menyamakan pandangan serta merumuskan paradigma baru sebagai upaya untuk memberikan solusi bagi masalah yang sedang dihadapi bangsa dan juga dalam forum ini diharapkan dapat menghasilkan kerangka maupun formula yang tepat guna menyonsong gelombang perubahan dunia.
TUJUAN
Tujuan dasar Temu Nasional Forum Anggota Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FAM PII), sebagai organisasi otonom PII dalam melaksanakan amanah & ketentuan AD-PII yaitu kewajiban untuk memfasilitasi kewenangan tertinggi musyawarah anggota dalam Forum Temu Nasional FAM PII.
Dalam rangka Temu Nasional VII tahun 2008 ini pengurus FAM PII bermaksud menggalang seluruh potensi Insinyur Muda Indonesia dari semua stakeholder dari berbagai keahlian, spesialisasi berbagai sektor Industri, Jasa maupun Lembaga & Instansi Pemerintah dan Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta se-Indonesia.
Tujuan lanjut dari Temu Nasional VII FAM PII diusulkan :
a) Memformulasikan sinergi antara pemerintah, inovator teknologi, dan para stake holder usaha pertanian dalam menciptakan ketahanan pangan nasional yang handal.
b) Merumuskan kebutuhan teknologi dan impelementasinya sebagai dukungan bagi terciptanya swasembada pangan
c) Mendorong tumbuhnya semangat wirausaha baru berwawasan teknologi di kalangan insinyur muda Indonesia
d) Meredefinisi Misi, Visi, Garis Besar Program FAM PII untuk dalam rangka mendukung Program Indonesia Bersatu & Indonesia Bangkit
e) Menyusun kepengurusan baru yang mampu mengejawantahkan Visi, Misi dan melakukan Program yang realistis, bertahap menuju cita-cita Nasional.
f) Menjadi Forum untuk Best Practise Exchange (Seminar) dan menambah wawasan anggota baik yang sudah Insinyur maupun anggota mahasiswa dan juga para praktisi profesional.
g) Sebagai media komunikasi antara anggota muda PII baik yang berada pada instansi pemerintahan, perusahaan, perguruan tinggi/peneliti dan lainnya, relevansi komunikasinya adalah terhadap profesi keinsinyuran saat ini dan yang akan datang. Baca selebihnya »